1 Agustus 2015 - 06:29
Prestasi Dokter Syiah di Seluruh Dunia Membanggakan Dunia Islam

Sebagai Menteri Kesehatan Republik Islam Iran, saya bangga dengan dokter Syiah di seluruh dunia dan prestasi-prestasi membanggakan yang mereka raih. Harapan kita kedepannya, kita memiliki universitas yang berskala internasional yang menampung mahasiswa-mahasiswa unggulan untuk kemudian memberikan perkhidmatan pada dunia Islam dalam bidang medis.”

Menurut Kantor Berita ABNA, Menteri Kesehatan Iran Dr. Qazi Hasheimzadeh dalam sambutannya dalam pembukaan Konferensi Internasional Paramedis Imamiah ke-8 yang berlangsung di Masyhad kamis [30/7] menyatakan rasa syukur dan bangganya Iran telah menjadi tuan rumah dan khususnya kota Masyhad, yang menurutnya itu akan memudahkan para tamu dan peserta untuk sekaligus berziarah ke makam suci Imam Ridha As.

Dalam lanjutan pernyataannya, menteri kesehatan Iran tersebut menyebutkan kemajuan Iran dalam hal medis meningkat dengan sangat pesat. Dia berkata, “Disaat revolusi Islam Iran mencapai kemenangannya saat itu, Iran hanya memiliki 5 universitas media, namun hari ini ada 91 universitas yang aktif. Kalau diawal kemenangan revolusi harapan hidup rata-rata masyarakat Iran adalah 55 tahun, sekarang harapan hidupnya menjadi sekitar 73 tahun.”

Menteri Kesehatan periode Presiden Hasan Rouhani tersebut lebih lanjut mengatakan, “Meskipun harapan hidup di Iran meningkat, namun kita diperhadapkan pada kenyataan bahwa lebih dari 50 persen dari kematian terjadi karena serangan jantung dan stroke otak.”

“Berbeda dengan puluhan tahun sebelumnya, yang sebagian besar penyebab kematian adalah karena penyakit menular, tetapi saat ini banyak dari penyebab kematian adalah karena kurangnya aktivitas fisik dan kebiasaan makan yang buruk.” tambahnya.

Pada bagian akhir penyampaiannya, Dr. Hashemi menambahkan, “Sebagai Menteri Kesehatan Republik Islam Iran, saya bangga dengan dokter Syiah di seluruh dunia dan prestasi-prestasi membanggakan yang mereka raih. Harapan kita kedepannya, kita memiliki universitas yang berskala internasional yang menampung mahasiswa-mahasiswa unggulan untuk kemudian memberikan perkhidmatan pada dunia Islam dalam bidang medis.”

Disebutkan Konferensi Internasional Tenaga Medis Imamiah ke-8  tersebut terselenggara atas kerja sama Majma Jahani Ahlul Bait As dengan sejumlah lembaga pendidikan, agama, kebudayaan dan kesehatan di Iran dari tanggal 30 Juli – 10 Agustus 2015 disejumlah kota besar di Iran seperti Masyhad, Qom,  Tehran, Esfahan dan Shiraz. Tercatat sekitar 300 peserta ahli medis muslim dari berbagai negara  akan mengikuti semua rangkaian agenda konferensi seperti seminar, kunjungan ke tempat-tempat bersejarah, studi tour disejumlah rumah sakit dan lembaga penelitian yang terkait dengan masalah medis dan kesehatan serta menemui sejumlah ulama besar dan pejabat penting Iran.

Terselenggaranya Konferensi ini didukung oleh Lembaga Internasional Ahli Medis Imamiah, Kementrian Kesehatan, Lembaga Pendidikan Kesehatan, pemerintah provinsi dan pemerintah kota Masyhad termasuk pemerintah kota Tehran, Esfahan, Qom dan Shiraz.